Masih mengenai pendidikan anak. Seperti yang telah disebutkan di [aspirasi melanggar kodrat?], saya percaya bahwa pendidikan anak adalah tanggung-jawab berbagai pihak termasuk ayah dan ibu. Intinya, dalam proses tumbuh kembang setiap anak, peranan berbagai pihak adalah penting untuk membimbing dan menstimulasi segala bakat dan minat yang dimilikinya. Oleh karenanya, adalah kurang memadai bila hanya salah satu [...]
Archive for the ‘Bahasa Indonesia’ Category
[waktu untuk mereka]
Posted in Bahasa Indonesia, SocialTales, tagged bulger, children, family, parenting, protection, responsibility, time management on May 1, 2010 | 4 Comments »
[aspirasi melanggar kodrat?]
Posted in Bahasa Indonesia, SocialTales, tagged equality, gender, humanity, indonesia, women on April 26, 2010 | 16 Comments »
Seharusnya tulisan ini sudah dibuat beberapa saat yang lalu, sayangnya saya terlalu malas. Atau lebih tepatnya terlalu bingung memutuskan mana yang lebih dulu ‘tampil’. Salah satu topik yang selalu menggugah saya adalah mengenai peranan perempuan di kehidupan sehari-hari. Setiap kali kita membahas ini, penjelasan mengenai masak, macak [berdandan yang katanya untuk kebahagiaan suami] dan manak [melahirkan]. Tentu bukannya saya [...]
[sinetron harapan]
Posted in Bahasa Indonesia, SocialTales, tagged expectations, indonesia, mass media, television on March 11, 2010 | 11 Comments »
Dua bulan sudah saya kembali menghadapi kemacetan dan kebisingan lalu lintas ibu kota. Dua bulan lebih pula saya tidak produktif menulis. Dua bulan yang terasa berjalan dengan sangat cepat. Cukup banyak kejadian dan observasi yang sebenarnya bisa dijadikan topik. Tapi… Seperti yang pernah saya sebutkan ke seorang kawan, derasnya informasi disertai teriknya cuaca telah membuat [...]
[melawan hiperealitas]
Posted in Bahasa Indonesia, SocialTales, tagged history, indonesia, politics, remembrance, social, unity on November 10, 2009 | 15 Comments »
Dua minggu yang lalu adalah 81 tahun Sumpah Pemuda [dan Pemudi]. Saat itu, mereka mengucapkan janji setia terhadap negeri ini. Ikrar bahwa bangsa ini harus bersatu. Ikrar bahwa walau perbedaan itu ada, dua persamaan tetap ada. Satu tanah air dan satu bangsa. Selanjutnya, diwujudkan dengan memiliki bahasa persatuan. Tujuh belas tahun setelahnya, Indonesia berhasil memproklamasikan [...]
[getaran penuh duka]
Posted in Bahasa Indonesia, SocialTales, tagged earthquake, humanity, indonesia, life, natural disaster, padang, politics, protection on October 3, 2009 | 6 Comments »
Untuk ke-sekian kalinya, Indonesia menangis. Setidaknya, 1,100 rakyat negeri ini meninggal dunia secara tragis. Belum lagi mereka yang masih tidak ditemukan, tertimbun di reruntuhan bangunan. Tidak terhitung berapa banyak kerugian yang dialami… Dapat dibayangkan, betapa banyak yang berduka karenanya. Dengan adanya 1,100 yang meninggal dunia, setidaknya ada 2,200 orang tua yang berduka, 4,400 kakek-nenek yang [...]
TaleTories
Looking for a tale?
Her-stories
Couch of TaleTeller
- anang
- andied
- antonwk
- aprikot
- b
- bebex
- catur pw
- dokter tito
- ebess soni
- enda nasution
- endiks
- gisella pratiwi
- hanara
- jed revolutia
- kaleng orange
- kitaabdiri
- luigi pralangga
- luigi pralangga 2
- mata
- Matthew Michael
- mbakdos
- okki kameswara
- paman tyo
- perajut mimpi
- richard
- riefa
- tere 1
- tere 2
- the writer
- yoki kuncoro
- yulia widiati
Room of TaleTeller
The Exposure Room
The Information Room
The Relaxing Room
-
TaleLitical
- Ancilla Irwan on [bitterness block]
- Fina Lau on [bitterness block]
- Ancilla Irwan on [bitterness block]
- Ancilla Irwan on [persistent abilities]
- Ancilla Irwan on [bitterness block]
- Ancilla Irwan on [bitterness block]
- kalengorange on [bitterness block]
- Linna on [persistent abilities]
- Vanni on [bitterness block]
- mata on [bitterness block]





