Dua minggu yang lalu adalah 81 tahun Sumpah Pemuda [dan Pemudi]. Saat itu, mereka mengucapkan janji setia terhadap negeri ini. Ikrar bahwa bangsa ini harus bersatu. Ikrar bahwa walau perbedaan itu ada, dua persamaan tetap ada. Satu tanah air dan satu bangsa. Selanjutnya, diwujudkan dengan memiliki bahasa persatuan.
Tujuh belas tahun setelahnya, Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya. [...]
Archive for the ‘Bahasa Indonesia’ Category
[kegilaan secara sadar]
Posted in Bahasa Indonesia, DomiTale, Tales of NonSense, tagged challenges, complaint, disappointed, international student, life on September 5, 2009 | 7 Comments »
Dalam satu bulan terakhir ini topik mengenai betapa masokis-nya orang-orang seperti saya muncul kembali. Konteks masokis disini adalah intelektual masokis. Apakah itu? Selengkapnya dapat dibaca di tulisan saya sebelumnya “intellectual-masochist”.
Sekilas kisahnya adalah, saya merasa telah menyusahkan diri sendiri. Menempuh pendidikan tingkat tinggi bukanlah suatu kewajiban bagi saya. Tidak pernah ada suatu kejadian yang mencetuskan bahwa [...]
[politisasi memori]
Posted in Bahasa Indonesia, DomiTale, Tales of NonSense, tagged book, indonesia, mass media, politics on May 20, 2009 | 2 Comments »
Baru saja saya menuntaskan “Mala”, buku kedua Tetralogi Dangdut karya Putu Wijaya. Awalnya saya hanya penasaran seperti apa karya beliau. Waktu itu memang sedang kambuh, ingin tahu karakter para sastrawan/wati Indonesia. Tidak, tidak untuk kepentingan apa pun selain egoisme. Ternyata saya “ketagihan”, jadilah menanti dengan tidak sabar terusannya.
Saya sudah membuat komentar mengenai buku ini di [...]





